Amanat UU Kesehatan No. 23/1992 pasal 3 bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Sesuai dengan amanat undang-undang tersebut diharapkan sektor kesehatan mengalami pergeseran paradigma. Perubahan paradigma itu yaitu mengajak dan memotivasi masyarakat untuk mengubah pola pikir dan sudut pandang sakit menjadi sudut pandang sehat. Hal ini dikenal dengan istilah ”Paradigma Sehat”.
Senin, 04 Februari 2013
Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah
Kamis, 10 Januari 2013
Peningkatan Akses Sanitasi Masyarakat Melalui CLTS
CLTS (Community Lead Total Sanitation) atau dalam bahasa Indonesia disebut Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan akses sanitasi ke masyarakat terutama masayarakat menengah ke bawah dengan tanpa subsidi. Dengan pendekatan ini diharapkan masyarakat memiliki kepedulian yang nyata terhadap lingkungannya. Belajar dari pengalaman masa lalu bahwa pendekatan sanitasi dengan memberikan subsidi langsung tidaklah berdampak besar. Betapa tidak? Masyarakat kita memang sangat antusias jika diberikan bantuan misal saja dibangunkan WC Komunal (WC Umum) tetapi karena masyarakat tidak merasa ikut andil dalam pembiayaanya menyebabkan mereka merasa tidak memiliki, dan bangunan yang sudah dibangun tidak akan bertahan lama karena tidak dirawat.
Melihat kenyataan seperti itu, akhirnya Pemerintah menggalakkan program CLTS ini, dengan kegiatan pendampingnya yaitu PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Jadi di sini yang disediakan hanyalah Air Bersih, dan itupun tetap ada dana swadaya dari masyarakat. Dengan mendekatkan air bersih ke masyarakat diharapkan juga mendekatkan akses sanitasi dari masyarakat dan terbentuklah desa ODF (Open Defecation Free) atau tidak adanya masyarakat yang buang air besar sembarangan (BABS). Inilah yang menjadi tujuan akhir dari kegiatan CLTS.
Proses CLTS ini dilakukan dengan memicu rasa jijik, dan rasa malu masyarakat jika buang air besar di sembarang tempat dengan pemetaan tempat BAB sehingga mereka mengetahui kondisi desanya. Kegiatan selanjutnya dengan mengajak masyarakat Transect Walk atau berjalan berkeliling desa ke tempat yang biasa untuk buang air besar sembarangan seperti sungai atau kebun. Di tempat ini masyarakat lebih dipicu rasa jijiknya dan ditanyakan bagaimana perasaannya melihat tinja berserakan dimana-mana. Setelah itu masyarakat diminta komitmennya untuk berubah dan menandatangani RKTL (Rencana Kerja Tindak Lanjut).
Oleh : Niswatun Nafi'ah, SKM
Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Danasari
Jumat, 04 Juni 2010
DAFTAR NAMA TERPILIH TKHI DAN PPIH 2010
Selamat atas terpilihnya anda sebagai pelayan tamu Allah tahun 2010, anda adalah orang yang benar-benar dipilih oleh Allah Swt untuk melayani tamunya. Oleh karena itu bekerjalah dengan sebaik-baiknya, tugas utama anda adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah haji, mudah-mudahan ada kesempatan untuk melaksanakan rukun haji. Berikut adalah daftar nama terpilih TKHI dan PPIH tahun 2010 :
Daftar nama lolos admin berkas.
Daftar nama TKHI terpilih 2010 SOC
Daftar nama PPIH terpilih 2010
Pengumuman Pelatihan Calon Petugas TKHI / PPIH 2010
Jadwal pengumuman calon terpilih TKHI/PPIH 2010
Ketentuan pelatihan calon terpilih TKHI/PPIH 2010
Selamat bertugas.....
DESA SEHAT
PENGERTIAN :
DESA SIAGA ADALAH DESA YG MEMILIKI KESIAPAN SUMBER DAYA DAN KEMAMPUAN UNTUK MENGATASI MASALAH2 KESEHATAN SECARA MANDIRI DLM RANGKA MEWUJUDKAN DESA SEHAT
TUJUAN UMUM :
TERWUJUDNYA DESA DG MASYARAKAT YG SEHAT, PEDULI DAN TANGGAP TERHADAP MASALAH-MASALAH KESEHATAN (BENCANA DAN KEGAWATDARURATAN KESEHATAN) DI DESANYA
TUJUAN KHUSUS
KESEHATAN DAN MELAKUKAN PHBS.
MENOLONG DIRINYA SENDIRI MASALAH KESEHATAN.
RESIKO DAN BAHAYA YG DPT MENINMBULKAN GANGGUAN KESEHATAN
(BENCANA, WABAH PENYAKIT, DSB)
APA YANG KITA MILIKI UNTUK MEMULAI ??
• Jumlah Desa PAMSIMAS : 4
• Jumlah Desa Siaga : 8
- Desa Siaga Paripurna :
- Desa Siaga Kembang :
- Desa Siaga Tumbuh :
- Desa Siaga Bina :
SARANA KESEHATAN :
• Jumlah Puskesmas : 1
• Jumlah Pustu : 1
UKBM
• Jumlah Polindes : 8
- Pratama :
- Madya :
- Purnama :
- Mandiri :
Jumlah Posyandu : 37
- Pratama :
- Madya :
- Purnama :
- Mandiri :
• Jumlah Poskestren : 1
• Jumlah POD :
• TENAGA
- Jumlah Bidan Desa : 11
- Jumlah kader aktif : 185
- Jumlah Kader UKK : 0
- Jumlah Santri Husada : 30
FILOSOFI DESA SIAGA
1. KEBERDAYAAN MASYARAKAT ( PEKA DAN PEDULI MASALAH KES DAN
PHBS )
2. AKSES YAN KES
3. LINGKUNGAN : SOSIAL ( FORUM, SISTEM SURV EPIDEMIOLOGI,
MONITORING, INFORMASI , PEMBIAYAAN KES/ TABULIN)
KRITERIA DESA SIAGA
0. FORUM DESA
1. MEMILIKI YANKES DASAR : KECUALI BAGI KELURAHAN /DESA DIMANA
AKSES YANKES MUDAH
2. MEMILIKI BERBAGAI UKBM SESUAI KEBUTUHAN MASYARAKAT SETEMPAT
(POSYANDU, POSKESTREN, DLL)
3. MEMILIKI SISTEM PEMBIAYAAN KES BERBASIS MASY : MENGHIMPUN
UPAYA PENGGALIAN, PENGALOKASIKAN DAN PEMBELANJAAN YG
BERSUMBER DR MASY UTK MENJAMIN PEMELIHARAAN KES MASY.
( contoh TABULIN )
4. MEMILIKI SISTEM KESIAPSIAGAAN & PENANGGULANGAN KEGAWAT
DARURATAN & BENCANA BERBASIS MASY
- TAHU BERBUAT APA
- TAHU TEMPAT MENCARI/ MEMBERI INFO
5. MASYARAKATNYA BERPERILAKU HIDUP BERSIH & SEHAT
6. MEMILIKI SISTEM SURVEILANS (PENYAKIT & FAKTOR2 RISIKO) BERBASIS
MASYARAKAT
- PENGAMATAN TRS MENERUS OLEH MASY TTG PENY POTENSIAL KLB,
PMT (GIZI ) DAN KOND RISTI KIA PELAPORAN
7. MEMILIKI LINGKUNGAN YG SEHAT : BEBAS POLUSI, ADA AIR BERSIH,
SANITASI LINGK/ PERUMAHAN
8. DIBINA PUSKESMAS : PELATIHAN SAFE COM ALKES
Kamis, 27 Mei 2010
PERSALINAN NAKES EFEKTIF TURUNKAN AKI
Kedua, meningkatkan distribusi, mutu serta terwujudnya pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan ke seluruh wilayah Indonesia secara merata, termasuk distribusinya ke Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).
Ketiga, pemanfaatan obat generik dan produksi bahan baku obat sendiri secara maksimal, salah satunya dengan saintifikasi jamu.
Keempat, menjamin kesehatan bagi setiap orang terutama masyarakat miskin sesuai UU-SJSN melalui jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dengan memperluas cakupan kepesertaan.
Kelima, mengatasi permasalahan pelayanan kesehatan di Daerah yang Bermasalah Kesehatan (PDBK).
Keenam, melaksanakan sistem Reformasi Birokrasi untuk menghindari terjadinya penyimpangan administratif, contohnya transparansi data base dan prosedur-prosedur pelayanan adminstrasi serta proses pengadaan barang dan jasa yang sudah melalui proses e-procurement.
Ketujuh, mengupayakan pelayanan kesehatan dengan taraf Internasional bagi masyarakat Indonesia melalui World Class Health Care, ungkap Menkes. Sementera itu, Meneg PP dan PA, Linda Amalia Sari, S.IP, menyatakan dalam RPJMN 2010-2014 dan Kepres No. 5 tahun 2010, ada 3 hal yang harus diarusutamakan, antara lain; pembangunan berkelanjutan dan pengarusutamaan gender. Pengarusutamaan gender mencerminkan kesejajaran peran perempuan dan laki-laki dalam pembangunan nasional, salah satunya adalah Anggaran Responsif Gender, yang berfungsi mengakomodir dan mewadahi kepentingan perempuan dan laki laki dalam setiap pelaksanaan program, termasuk upaya percepatan penurunan angka kematian ibu.


